Wednesday, August 17, 2016

BUKAN PATUNG BIASA

Masih bercerita tentang perjalanan mudik kemarin, saya diajak berjalan-jalan menyusuri tengah kota Malang oleh seorang sahabat. Entah kenapa dalam benak teman saya itu kok terpikir untuk mengajak saya melihat-lihat kota Malang terkini. Mungkin saja karena teman saya itu sudah tahu kebiasaan saya yang sering mendokumentasikan setiap perjalanan, baik berupa foto atau video. Saat itu saya diarahkan untuk melihat-lihat seputaran jalan Ijen. Mmmm....Sepertinya tidak banyak berubah, tapi saya suka dengan "ketidak berubahan" itu, karena artinya sejarah jalan Ijen beserta kenangan-kenangan kota Malang tetap terjaga dan akan selalu teringat. Saya lebih suka icon-icon kota seperti Jalan Ijen, Alun-Alun Balai Kota, dll tidak berubah dan menjadi modern dengan usaha renovasi misalnya, atau dibangun gedung dan fasilitas ini itu, apalagi menjadi sebuah pusat perbelanjaan..duh! Semoga Jangan!! Pada saat kuliah di kota Malang dulu, saya sering melewati jalan Ijen ini, tetapi baru kemaren menyadari bahwa di jalur seberang jalan Ijen ini ternyata ada sebuah patung yang terdiri dari dua orang yang sedang membawa senjata dan tertera dibawahnya tulisan PATUNG TRIP. Wah, kenapa sampai terabaikan dari perhatian ya? Padahal patung ini justru sebuah pengingat sejarah yang sangat penting, terutama bagi warga Malang dan bagi bangsa ini. PATUNG TRIP yang dimaksud adalah patung Pahlawan Tentara Republik Indonesia Pelajar. Adalah sebuah monumen yang mengingatkan akan perjuangan para tentara muda pelajar yang dengan persenjataan ala kadarnya menghadapi Agresi Militer Belanda di tahun 1947. Yap, tentara pelajar loh, anak sekolah...sungguh membanggakan sekaligus terharu. Namun 35 pejuang pelajar itu harus merelakan nyawanya dan gugur dalam perlawanan tersebut. Sedih rasanya, anak-anak muda yang masih sekolah sudah meregang nyawa demi kemerdekaan ibu pertiwi.Dan atas jasa-jasa mereka maka sebagai bentuk penghargaan, jalan yang dulunya bernama jalan Salak, dinamai Jalan Pahlawan TRIP, sekaligus dibuatkan monumen berupa patung. DIRGAHAYU KEMERDEKAAN RI!! TERIMA KASIH PARA PAHLAWAN KUSUMA BANGSA..... (Didiet DSH)





Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Silakan berkomentar non SARA dan hal-hal yang bersifat Kebencian, karena ini adalah Majalah yang bersifat Inspirasi