Tuesday, January 10, 2017

PEDULI LINGKUNGAN

Saat saya berjalan-jalan melintasi ladang dan sawah yang ada disekitar rumah ibu di pedesaan sana, muncul perasaan damai dan harapan baik pada negeri ini, terutama Malang dan sekitarnya. Disini masih mudah mencium aroma tanah subur, aroma batang padi dan jagung yang mengering setelah panen atau suara burung yang beterbangan disekitarnya. Gemericik air adalah suara khas area pertanian yang subur dan mudah ditemui pula disini. Sayang ada pemandangan yang agak mengganjal hati, yaitu dimana ketika saya lihat ada sampah non organik berupa botol dan sandal bekas ikut terhanyut dengan saluran irigasi yang airnya begitu terlihat bening. Saluran air di sawah ladang selain menyalurkan air ke petak-petak sawah, juga seharusnya menjadi tempat berkumpul dan berkembang biak hewan-hewan bernilai ekonomis seperti ikan, belut atau kol. Selain tak boleh ada sampah juga seharusnya bebas dari limbah pestisida atau zat-zat kimia lainnya. Tugas kita untuk ikut memelihara lahan subur ini. (Tumpang, 14 Desember 2016)


Reaksi:

1 comment:

Silakan berkomentar non SARA dan hal-hal yang bersifat Kebencian, karena ini adalah Majalah yang bersifat Inspirasi