Saturday, July 23, 2016

KETAHANAN PANGAN

Kali ini saya jalan-jalan disekitar kota Tumpang (Malang timur)untuk menemui seorang kawan di desa Robyong. Udara yang terasa sejuk membuat semangat saya dan teman saya menjadi lebih bergairah. Ada semacam kerinduan yang seolah ingin terpuaskan dengan melihat hijaunya setiap pemandangan yang kami lihat di kiri kanan jalan. Memasuki jalanan masuk ke desa Robyong, saya benar-benar disuguhi pemandangan pertanian yang menakjubkan. Hamparan tanah membentang dipenuhi oleh sayuran kubis yang sebentar lagi menunggu panen hingga ratusan meter sejauh mata memandang. Aktivitas para petani tampak berjalan normal dan bersemangat meski dalam nuansa Ramadhan. Udara yang relatif bersih karena jarangnya kendaraan bermotor berlalu lalang atau debu jalanan seperti di kota-kota pesisir sana, membuat rasanya ingin berlama-lama menikmati nuansa ini. 

Saya sangat berharap semoga bidang pertanian yang sudah disediakan sarana dan prasarananya oleh Yang Maha Kuasa, berupa tanah subur, air yang cukup tidak dirubah oleh sejumlah pengusaha yang akan menyulapnya menjadi tanah untuk perumahan atau bangunan beton lainnya. Hingga anak cucu kita kelak tetap bisa menikmati makanan hasil dari tanah kita sendiri. (Didiet DSH)

Hamparan tanaman kubis yang membentang hingga sejauh mata memandang.
Kegiatan bercocok tanam oleh para petani yang berlangsung menjelang tengah hari.
Tanaman jagung sebagai penyedia bahan kebutuhan pokok, berupa karbohidrat.


Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Silakan berkomentar non SARA dan hal-hal yang bersifat Kebencian, karena ini adalah Majalah yang bersifat Inspirasi