Saturday, January 16, 2016

CIPLUKAN

WIKIPEDIA menyebutkan : Ceplukan atau ciplukan adalah nama sejenis buah kecil, yang ketika masak tertutup oleh perbesaran kelopak bunga. Buah ini juga dikenal dengan pelbagai nama daerah seperti cecenet atau cecendet (Sd.), nyurnyuran (Md.), dan kopok-kopokan (Bl.). Merupakan buah yang tidak asing bagi warga pedesaan terutama di pegunungan dan persawahan. Pada tahun 80-90 saya juga merasakan nikmatnya buah ini secara gratis, karena tumbuh dimana-mana saat saya sedang menjelajah alam di Malang Timur. Saya sudah hampir lupa rasanya, ketika beberapa tahun kemudian ada kabar angin bahwa buah ini termasuk jenis yang dilindungi di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Saya agak terkejut juga, kenapa buah-buahan yang seperti semak-semak ini bisa menjadi jenis flora yang mulai langka. Lebih terkejut lagi ketika di media online disebutkan bahwa buah ini di sebuah supermarket dibandrol dengan harga Rp.500.000 per kilogramnya. Dalam keterkejutan ini saya tentu berharap, ada pemikir, penggiat di Malang dan sekitarnya untuk mulai membudidayakan jenis buah ini, karena hanya dengan di"kemas" sedemikian rupa, menjadi lebih mahal dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Hmmm....andaikan....( Didiet De' Esha)

Monday, January 11, 2016

SUNGAI DI MALANG TIMUR

Sebuah anugerah luar biasa bila suatu wilayah teraliri oleh sungai. Apalagi bila sungai tersebut dijaga debitnya, pemanfaatannya dan kebersihannya. Kecamatan Tumpang merupakan salah satu wilayah yang mendapat "barokah" luar biasa tersebut. Tinggal warganya, apakah mempunyai kepedulian untuk ikut menjaganya? (Foto Leksono GA)

Saturday, January 9, 2016

PAKAN TERNAK ALAMI


Sekarang ini kita sering mendengar, membaca atau melihat bahwa pakan ternak seperti kambing, sapi, dll. sudah banyak ragam jenis dan pengembangannya. Kalau dulu sebelum ternak menjadi komoditi yang perlu digenjot pertumbuhannya, yang namanya kambing, sapi (sebagai herbivoran) tentulah hanya makan rumput, batang daun padi, batang daun jagung dll.yang langsung diambil dari alam, tanpa penambahan zat2 semacam vitamin, protein hewani yang dicampurkan dan diformulasikan sebagai resep dll. karena sebenarnya sudah sangat sesuai dengan metode pencernaannya yang berusus panjang. Sekarang ini bahkan ada ternak yang makan sampah dan kotoran. Nah, bagaimana menurut Anda, apakah sebaiknya ternak yang sehat alami seharusnya dibudidayakan dengan pakan alami atau dengan pakan rekadaya manusia / resep ataukah dibiarkan begitu saja makan seadanya? (Aditya GP)

Wednesday, December 30, 2015

KULINER EKONOMIS (BANGET)

Dipinggiran kota Malang, tepatnya di daerah Tumpang, masih ada kuliner yang sangat murah. Sebungkus pepes ikan seharga Rp.1.000,- (Foto Aditya GP)

PROYEK GO GREEN





Dulu sekitar tahun 1980 dan diwaktu-waktu sebelumnya, di kecamatan Tumpang (dulu kawedanan Tumpang, cekhttps://id.wikipedia.org/wiki/Tumpang,_Malang) terkenal dengan berasnya yang enak dan pulen hingga sampai daerah-daerah disekitarnya.Ternyata nama beras tersebut adalah Ganjarawe. Entah dari mana asal nama dan asal bibit beras tersebut sebelumnya, yang pasti berasnya sudah cukup terkenal dengan nama beras Tumpang. Namun seiring dengan kebijakan pemerintah waktu itu jenis padi ini lambat laun mulai menghilang dari peredaran. Petani "dijejali" dengan padi-padi hasil penelitian dan asupan pupuk kimia yang konon menjanjikan panen menjadi lebih cepat dan lebih banyak. Belakangan sudah jarang ditemui lagi atau bisa dibilang hampir punah keberadaan beras Tumpang yang enak, pulen dan alami itu. Kini ada beberapa upaya yang (sayangnya) baru dilakukan oleh perorangan untuk mengembalikan beras Tumpang yang ditanam secara organik. Pada piloting project pertama hasilnya cukup memuaskan, dan kini sedang dilakukan penanaman kedua. Kita dukung gerakan go green ini agar Malang bisa memiliki kebanggaan lagi dengan beras Tumpangnya. Enak, pulen dan alami (non kimia)...semoga menginspirasi. (sumber foto grup FB https://www.facebook.com/groups/intercomjalursakti/)

Wednesday, December 23, 2015

MULAI HUJAN

Malang dan sekitarnya sudah mulai diguyur hujan, perubahan cuaca yang cukup drastis ini membuat suhu udara juga sering berubah-ubah. Sebaiknya persiapkan stamina Anda, dengan cukup asupan gizi dan pola makan sehat agar kesehatan tetap terjaga. Persiapkan juga jas hujan atau pelindung badan saat menggunakan kendaraan roda dua, karena saat suhu yang berubah-ubah seperti sekarang ini sangat rentan terhadap kesehatan kita. Selamat beraktivitas dan tetap berhati-hati dijalan. (foto Elis Minartin, kali Brantas, Malang - November 2015)

Wednesday, December 16, 2015

WISATA NUSANTARA


Coban Rondo, merupakan air terjun yang terletak di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. 
Akses dengan angkutan umum yang paling mudah adalah melalui jalan raya Malang-Batu dari sebelah timur atau Kediri-Pare menuju Malang dari arah barat. Menurut informasi dari kontributor kami, tempat wisata alam ini terakhir debitnya agak menurun, dan pengunjungnya begitu banyak. Semoga saja tempat wisata ini masih bisa dinikmati oleh anak cucu kita kelak, dengan menjaga dan memeliharanya dengan baik. (Foto Aditya GP)

Friday, December 11, 2015

TEMPAT REKREASI BARU MALANG TIMUR





Beberapa waktu lalu, kontributor kami sempat berjalan-jalan ke desa Glanggang Slamet, Tumpang, untuk berjalan-jalan pagi. Disana ternyata sedang dibangun suatu wahana rekreasi baru buat warga Tumpang dan sekitarnya. Kabarnya akan dibangun wahana air semacam water park. Sebentar lagi warga Tumpang dan sekitarnya akan mempunyai tempat pilihan rekreasi baru yang tidak jauh dari pusat kota Tumpang. Semoga saja pembangunannya tetap mengindahkan lingkungan dan alam sekitarnya. (foto Aditya GP)

Wednesday, December 9, 2015

KULINER TRADISIONAL


Diantara banyaknya ragam kuliner nusantara yang ada di Malang, nasi empog dengan berbagai campuran sayur dan lauknya merupakan pilihan tersendiri. Menu makanan ini cukup sehat karena bebas bahan pengawet dan harganya sangat terjangkau. Hmm...bisa menjadi kuliner pilihan di akhir minggu, setelah beraktivitas dan bercengkrama bersama keluarga. (foto Aditya GP)